Skip to content Skip to footer

Namaku Alam

Lihat Antrean

Inilah yang kubayangkan detik-detik terakhir Bapak:

18 Mei 1970.

Hari gelap. Langit berwarna hitam dengan garis ungu. Bulan bersembunyi di balik ranting pohon randu. Sekumpulan burung nasar bertengger di pagar kawat. Mereka mencium aroma manusia yang nyaris jadi mayat bercampur bau mesiu. Terdengar lolongan anjing berkepanjangan. Empat orang berbaris rapi, masing-masing berdiri dengan senapan yang diarahkan kepada Bapak. Hanya satu senapan berisi peluru mematikan. Selebihnya, peluru karet. Tak satu pun di antara keempat lelaki itu tahu siapa yang kelak menghentikan hidup Bapak.

__

Pada usianya yang ke-33 tahun, Segara Alam menjenguk kembali masa kecilnya hingga dewasa. Semua peristiwa tertanam dengan kuat. Karena memiliki photographic memory, Alam ingat pertama kali dia ditodong senapan oleh seorang lelaki dewasa ketika masih berusia tiga tahun; pertama kali sepupunya mencercanya sebagai anak ‘pengkhianat negara’; pertama kali Alam berkelahi dengan seorang anak pengusaha besar yang menguasai sekolah; dan pertama kali dia jatuh cinta.

Additional information

Jumlah halaman

448

Penerbit

Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit

2023

Format

Buku

ISBN

592302176

Category: Tag: Brand: Product ID: 80332
  • Standard and Express delivery services are available for all items.
  • Shipping costs are calculated at the checkout page (after delivery option & destination confirmation).
  • Tracking is available for all delivery options.
  • Items are delivered during standard business hours.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Namaku Alam”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

E-mail
Password
Confirm Password